Posted by: farhankdo | March 30, 2010

Backup Sistem Energi Listrik

1 Sistem Daya Siaga

Sistem daya siaga dirancang untuk menyediakan listrik ketika listrik normal mengalami kegagalan. Lampu, peralatan kantor, dan  semuanya dapat didukung dengan sistem daya siaga. Karena sifatnya yang peka, komputer memerlukan perlindungan tambahan dari uninterruptible power supply. komponen untuk sistem daya siaga adalah kombinasi khusus inverter / charger, baterai, dan peralatan keselamatan yang terkait. Dalam kondisi normal, listrik terhubung ke inverter / charger untuk mengisi baterai dan juga untuk menyalakan beban. Ketika tenaga listrik terputus, inverter / charger secara otomatis mengambil daya dari baterai, mengkonversikannya menjadi 220 Volt AC, dan menyalurkan kepada beban. Dengan cara ini beban yang terus beroperasi setiap saat.

Ukuran inverter / charger dan baterai ditentukan oleh beban yang akan dijalankan dan lamanya beban yang akan diharapkan untuk beroperasi pada saat terjadi gangguan sumber daya listrik normal. Total beban yang terhubung (dinyatakan dalam Watt) menentukan ukuran inverter / charger yang diperlukan. Jumlah waktu daya cadangan yang diharapkan diperlukan untuk menentukan kapasitas baterai. Semakin besar set baterai, semakin lama beban yang akan beroperasi selama terjadi gangguan sumber daya listrik normal. Ukuran keseluruhan sebuah sistem daya siaga hanya dibatasi oleh keterbatasan anggaran. Komponen lain yang diperlukan untuk memasang sistem daya siaga adalah kabel ukuran yang sesuai untuk menghubungkan baterai, kabel untuk menghubungkan baterai ke inverter / charger, diberi circuit breaker DC untuk kabel dari baterai ke inverter / charger, dan sebuah ruang untuk baterai. Pengkabelan AC 220 V diperlukan untuk menghubungkan inverter / charger ke sistem pengkabelan rumah atau kantor.

Sistem daya siaga umumnya digunakan di daerah dimana daya listrik kurang bisa diandalkan. Sistem ini sangat berguna untuk penyediaan sumber daya listrik untuk peralatan elektronik dan perlengkapanya jika terjadi kegagalan dan gangguan pada sumber daya listrik normal. Daya siaga biasanya digunakan selama berjam-jam, mungkin berhari-hari  dan ditemukan di aplikasi internasional yang lebih besar. (http://holoholo.com, 2010)

2 Sistem Daya Darurat

Sistem tenaga darurat adalah jenis sistem yang mungkin mencakup pencahayaan, generator, bahan bakar sel dan perangkat lain, untuk menyediakan tenaga cadangan sumber daya dalam krisis atau ketika sistem daya normal gagal. Sistem ini dapat dijumpai pada rumah tinggal sampai ke rumah sakit, laboratotium ilmiah, pusat data, peralatan telekomunikasi dan kapal-kapal laut modern.

Daya utama dapat hilang karena gangguan jaringan, kesalahan fungsi pada gardu induk penyaluran tenaga listrik, cuaca buruk, adanya rencana pemadaman atau dalam kasus ekstrim karena terjadinya kegagalan daya utama. Pada gedung-gedung modern, sebagian besar telah mempunyai sistem daya darurat dengan memanfaatkan sebuah generator. Biasanya, tenaga penggeraknya menggunakan mesin diesel, mungkin untuk gedung kecil menggunakan mesin bensin untuk tenaga penggeraknya dan untuk gedung besar menggunakan sebuah turbin gas. Namun, akhir-akhir ini, lebih banyak menggunakan sedang dibuat dari siklus dalam baterai dan teknologi lainnya, seperti penyimpanan energi roda gila atau sel bahan bakar. Sistem terakhir ini tidak menghasilkan polusi gas, sehingga memungkinkan penempatan harus dilakukan di dalam gedung, Juga, sebagai keuntungan kedua, tidak memerlukan gudang terpisah untuk penyimpanan bahan bakar.

Dengan generator biasa, sebuah automatic transfer swith digunakan untuk menghubungkan ke sistem daya darurat. Satu sisi terhubung dengan kedua sistem daya normal dan sistem daya darurat, di sisi lain terdapat beban yang khusus dihubungkan ke sistem daya darurat. Jika tidak ada sumber daya normal, sebuah transfer switch akan secara otomatis memindah dari sumber daya normal ke sistem daya darurat. Hilangnya sumber daya normal juga memicu baterai untuk bekerja menyalakan sebuah mesin penggerak generator. Mirip dengan fungsi baterai pada mobil untuk menyalakan mesin. Setelah transfer switch bekerja dan generator bekerja, sumber daya sudah dapat diambil alih oleh sistem daya darurat (setelah kehilangan sumber daya normal).

Komputer, komunikasi jaringan dan perangkat elektronik modern lainnya tidak hanya perlu sistem daya darurat, tetapi juga daya untuk terus beroperasi. Jika sumber tegangan turun secara signifikan atau bahkan hilang perangkat akan mati, walaupun hanya sepersekian detik saja. Oleh karena itu generator cadangan tidak memberikan perlindungan karena membutuhkan waktu beberapa detik untuk menjalankan generator.

Sehingga dibutuhkan suatu peralatan untuk mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi yaitu dengan memanfaatkan sebuah Uninterruptible Power Supply. (http://en.wikipedia.org, 2010)

3 Uninterruptible Power Supply

Uninterruptible Power Supply (UPS) merupakan sistem Penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan sistem dan hardware. UPS akan menjadi sistem yang sangat penting dan sangat diperlukan pada banyak perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, jasa informasi, penyedia jasa internet dan banyak lagi. Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kegagalan daya listrik jika sistem tersebut tidak dilindugi dengan UPS. (http://id.wikipedia.org, 2010)

3.1 Fungsi Utama UPS

3.1.1      Dapat memberikan energi listrik sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama.

3.1.2      Memberikan kesempatan waktu yang cukup untuk segera menghidupkan genset (sistem daya darurat) sebagai pengganti listrik utama.

3.1.3      Memberikan kesempatan waktu yang cukup untuk segera melakukan backup data dan mengamankan sistem operasi (OS) dengan melakukan shutdown sesuai prosedur ketika listrik utama padam.

3.1.4      Mengamankan sistem komputer dari gangguan-gangguan listrik yang dapat mengganggu sistem komputer baik berupa kerusakan software, data maupun kerusakan hardware.

3.1.5      UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tegangan pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh sistem komputer berupa tegangan yang stabil.

3.1.6      UPS dapat melakukan diagnosa dan manajemen terhadap dirinya sendiri sehingga memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap sistem.

3.1.7      User friendly dan mudah dalam installasi.

3.1.8      User dapat melakukan kontrol UPS melalui jaringan LAN (Local Area Network) dengan menambahkan beberapa accessories yang diperlukan.

3.1.9      Dapat diintegrasikan dengan jaringan internet.

3.1.10      Notifikasi jika terjadi kegagalan dengan melakukan setting software UPS manajemen.

3.2 Jenis-Jenis UPS Berdasarkan Cara Kerjanya

3.2.1      Line-interactive UPS

Pada UPS jenis ini diberi tambahan alat AVR (automatic voltage regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari suplai daya ke peralatan.

3.2.2      On-line UPS

Pada UPS jenis ini terdapat 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Hal ini lebih mahal apabila dibandingkan dengan dua jenis UPS lainnya. Dalam keadaan gangguan, suplai daya ke rectifier akan diblok sehingga akan ada arus DC dari baterai ke inverter yang kemudian diubah menjadi AC.

3.2.3      Off-line UPS

UPS jenis ini merupakan UPS paling murah diantara jenis UPS yang lain. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Dalam keadaan gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama terblok. Akibatnya akan mengalir arus DC dari baterai menuju inverter.

3.3 Komponen-Komponen UPS

3.3.1      Baterai

Jenis baterai yang digunakan UPS umumnya berjenis lead-acid atau jenis nikel-cadmium. Baterai ini umumnya mampu menjadi sumber tegangan cadangan maksimal selama 30 menit.

3.3.2      Rectifier (penyearah)

Penyearah berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dari suplai listrik utama. Hal ini bermanfaat pada saat pengisian baterai.

3.3.3      Inverter

Kebalikan dari penyearah, inverter berfungsi untuk mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC. Hal ini dilakukan pada saat baterai pada UPS digunakan untuk memberikan tegangan ke computer.

3.4 Atribut UPS

3.4.1      Daya Maksimal UPS

Setiap peralatan pendukung sumber listrik memiliki kapasitas daya yang dapat digunakannya, jumlah ini tertera pada setiap UPS. Untuk keperluan pribadi 1 unit komputer, cukup dengan 500 watt.

3.4.2      Waktu Maksimal UPS

Fungsi UPS bukanlah sebagai pengganti sumber listrik, dalam pegertian anda dapat menggunakan UPS untuk selamanya sebagai pengganti sumber listrik utama. Waktu maksimal yang diberikan tergantung dari jenis baterai yang dimilikinya. Umumnya waktu 15 – 30 menit sudah cukup baik.

3.5 Cara Kerja UPS

UPS bekerja berdasar kepekaan tegangan. UPS akan menemukan penyimpangan jalur voltase (linevoltage) misalnya, kenaikan tajam, kerendahan, gelombang dan juga penyimpangan yang disebabkan oleh pemakaian dengan alat pembangkit tenaga listrik yang murah. Karena gagal, UPS akan berpindah ke operasi on-battery atau baterai hidup sebagai reaksi kepada penyimpangan untuk melindungi bebannya (load). Jika kualitas listrik kurang, UPS mungkin akan sering berubah ke operasi on-battery. Kalau beban bisa berfungsi dengan baik dalam kondisi tersebut, kapasitas dan umur baterai dapat bertahan lama melalui penurunan kepekaan UPS


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: